Raditya Dika memiliki banyak cerita menarik semasa sekolah yang masih diingat hingga sekarang. Salah satu kisah yang paling mencuri perhatian adalah pengalamannya saat bersekolah di SMA 70 Jakarta, ketika budaya senioritas masih cukup kuat dibandingkan kondisi saat ini.
Lintas Sosial merangkum cerita tersebut dari video yang dibagikan Raditya Dika di channel YouTube pribadinya. Dalam video itu, ia mengundang teman lamanya bernama Reno untuk mengulas kembali berbagai kejadian lucu sekaligus menegangkan yang mereka alami saat masih menjadi siswa SMA 70 Jakarta.
Raditya Dika dan Pengalaman Senioritas di SMA 70 Jakarta
Dalam cerita yang dibagikan, Raditya Dika mengungkapkan bahwa SMA 70 Jakarta pada masa itu masih memiliki tradisi pelantikan angkatan yang dilakukan oleh kakak kelas. Kegiatan tersebut sering membuat para siswa baru merasa khawatir karena identik dengan berbagai bentuk “pengerjaan” dari senior.
Saat itu, dia dan beberapa temannya berusaha pulang sekolah untuk menghindari pelantikan tersebut. Mereka sengaja bersembunyi di ruang PMR hingga suasana sekolah mulai sepi sebelum akhirnya mencoba keluar dari area sekolah.
Namun, rencana itu tidak berjalan mulus. Beberapa kakak kelas sudah menunggu di sekitar lapangan basket untuk menangkap adik kelas yang berusaha kabur.
Ketika situasi semakin menegangkan, Raditya Dika yang berada di barisan belakang memilih mempercepat langkah dan berpindah posisi ke depan. Akibatnya, Reno yang sebelumnya berada di tengah justru menjadi orang yang tertangkap oleh senior.
Cerita itu pertama kali ia sampaikan saat menjadi tamu di kanal YouTube milik Uus. Saat itu, banyak orang menganggap keputusannya meninggalkan temannya merupakan tindakan yang lucu sekaligus kocak.
Meski demikian, Raditya Dika mengaku saat itu dirinya benar-benar panik dan hanya berusaha menyelamatkan diri dari kejaran senior yang sudah berada sangat dekat.
Baca juga: 10 Film Terlaris di Bioskop Indonesia Sepanjang Masa, Agak Laen Pecahkan Rekor!
Cerita Masa Sekolah yang Diklarifikasi Teman Lama
Setelah cerita tersebut viral, Raditya Dika akhirnya mencari kontak Reno untuk mengetahui bagaimana sebenarnya peristiwa itu dari sudut pandang temannya.
Dalam video yang diunggah ke YouTube, Reno mengaku masih mengingat kejadian tersebut meski sudah berlalu hampir dua dekade. Bahkan, kata pertama yang ia ucapkan saat dihubungi Raditya Dika adalah kalimat yang menunjukkan kekesalannya terhadap kejadian itu.
Menurut Reno, dirinya memang berharap Raditya Dika akan kembali atau setidaknya ikut tertangkap bersama-sama. Namun kenyataannya, ia harus menghadapi situasi tersebut seorang diri setelah temannya berhasil kabur.
Momen klarifikasi itu justru menjadi salah satu bagian paling lucu dalam video. Keduanya saling mengingat detail kejadian yang sudah lama berlalu sambil tertawa mengenang masa sekolah mereka.
Meski sempat menjadi korban “pengorbanan” temannya sendiri, Reno mengaku tetap menganggap kejadian tersebut sebagai bagian dari kenangan SMA yang sulit dilupakan.
Selain membahas peristiwa pelantikan, mereka juga mengenang berbagai kejadian lain yang pernah dialami bersama selama menjadi siswa SMA 70 Jakarta.
Baca juga: 10 Aplikasi Streaming Film Terbaik 2026, Pilihan Legal dengan Koleksi Lengkap
Kisah SMA Raditya Dika yang Bikin Nostalgia
Selain cerita tentang senioritas sekolah, Raditya Dika dan Reno juga membagikan banyak kenangan unik lainnya. Salah satunya adalah kebiasaan mereka bersama teman-teman yang sering datang ke rumah Raditya tanpa izin terlebih dahulu.
Dalam salah satu kejadian, beberapa teman Raditya Dika masuk ke rumah saat pemilik rumah sedang tidak berada di tempat. Mereka bahkan naik ke kamar dan bermain seperti biasa hingga akhirnya ketahuan oleh ayah Raditya.
Momen itu berakhir dengan mereka diminta pulang oleh asisten rumah tangga keluarga Raditya. Hingga kini, kejadian tersebut masih menjadi salah satu kenangan paling memalukan yang mereka ingat.
Tak hanya itu, Raditya Dika juga mengenang peristiwa kesurupan massal yang pernah terjadi di sekolah. Saat kejadian berlangsung, para siswa yang mengalami kesurupan ditempatkan di ruang PMR yang biasa menjadi tempat nongkrong mereka.
Cerita lain yang tak kalah menarik adalah pengalaman saat hampir dibawa oleh sekelompok siswa dari sekolah lain di sebuah pusat perbelanjaan. Beruntung, beberapa teman Raditya Dika melihat kejadian tersebut dan segera memanggilnya sehingga situasi tidak berkembang menjadi masalah yang lebih besar.
Berbagai kisah itu menunjukkan bahwa masa sekolah memang penuh dengan pengalaman yang sulit dilupakan. Bagi Raditya Dika, kenangan bersama teman-teman di SMA 70 Jakarta menjadi bagian penting yang masih sering ia ceritakan hingga sekarang.
Cerita lengkap mengenai pengalaman Raditya Dika dan Reno dapat disaksikan langsung melalui channel YouTube Raditya Dika. Video tersebut tidak hanya menghadirkan nostalgia masa sekolah, tetapi juga memperlihatkan persahabatan yang tetap terjalin meski sudah puluhan tahun berlalu.