Kerja Sama BI-PBOC Bantu Perkuat Rupiah dan Permudah Transaksi Indonesia-Tiongkok

Kerja sama BI-PBOC menjadi salah satu langkah penting yang tengah dilakukan Indonesia untuk memperkuat stabilitas ekonomi di tengah ketidakpastian global. Kesepakatan yang ditandatangani Bank Indonesia (BI) dan People’s Bank of China (PBOC) di Shanghai ini dinilai dapat membantu memperkuat rupiah sekaligus mempermudah transaksi perdagangan antara Indonesia dan Tiongkok.

Lintas Sosial mencatat, kerja sama tersebut mencakup penguatan Bilateral Currency Swap Arrangement (BCSA), perluasan Local Currency Transaction (LCT), pembentukan sistem kliring renminbi, hingga pengembangan QRIS lintas batas. Berbagai langkah ini diharapkan mampu meningkatkan efisiensi transaksi dan mengurangi ketergantungan terhadap dolar Amerika Serikat.

Kerja Sama BI-PBOC, Apa Manfaatnya untuk Indonesia?

Banyak masyarakat mungkin bertanya-tanya, apa sebenarnya manfaat dari kerja sama BI-PBOC bagi Indonesia?

Secara sederhana, kesepakatan ini memungkinkan transaksi perdagangan antara Indonesia dan Tiongkok dilakukan menggunakan rupiah dan renminbi tanpa harus selalu menggunakan dolar AS sebagai mata uang perantara.

Selama ini, sebagian besar transaksi ekspor dan impor harus melalui proses konversi ke dolar terlebih dahulu. Proses tersebut tentu menimbulkan biaya tambahan dan risiko perubahan kurs yang bisa merugikan pelaku usaha.

Dengan adanya kerja sama BI-PBOC, biaya transaksi berpotensi menjadi lebih murah dan proses pembayaran bisa berlangsung lebih efisien. Kondisi ini dapat memberikan keuntungan bagi eksportir, importir, hingga perusahaan yang memiliki hubungan bisnis dengan mitra di Tiongkok.

Selain itu, penggunaan mata uang lokal juga dapat membantu mengurangi tekanan terhadap permintaan dolar di dalam negeri. Dalam jangka panjang, langkah ini dinilai mampu mendukung stabilitas nilai tukar rupiah.

Baca juga: GMKI Sebut Pemulihan Ekonomi Harus Menjadi Prioritas di Tengah Ketidakpastian Global

Perdagangan Indonesia-Tiongkok Bisa Lebih Efisien

Tiongkok merupakan salah satu mitra dagang terbesar Indonesia. Nilai perdagangan kedua negara bahkan mencapai lebih dari 150 miliar dolar AS pada tahun 2025.

Besarnya nilai perdagangan tersebut membuat efisiensi transaksi menjadi sangat penting. Karena itu, kerja sama BI-PBOC dipandang sebagai langkah strategis untuk mendukung aktivitas ekspor dan impor yang lebih lancar.

Tidak hanya perusahaan besar, manfaatnya juga dapat dirasakan oleh pelaku usaha skala menengah dan kecil yang memiliki hubungan bisnis dengan pasar Tiongkok.

Pembentukan Renminbi Clearing Arrangement menjadi salah satu bagian penting dalam kesepakatan ini. Sistem tersebut memungkinkan penyelesaian transaksi menggunakan renminbi dilakukan dengan lebih mudah di Indonesia.

Ketika proses pembayaran menjadi lebih cepat dan biaya lebih rendah, pelaku usaha dapat lebih fokus mengembangkan bisnis dan meningkatkan daya saing produk mereka di pasar internasional.

Di sisi lain, kerja sama ini juga menunjukkan semakin eratnya hubungan ekonomi Indonesia dan Tiongkok yang selama ini menjadi mitra strategis di kawasan Asia.

Baca juga: Kondisi Ekonomi, Politik, dan Keamanan Indonesia 2026: Apa Kata Data Terbaru?

QRIS Lintas Batas Mudahkan Wisatawan dan UMKM

Selain menyentuh sektor perdagangan dan keuangan, kerja sama BI-PBOC juga membawa dampak pada sistem pembayaran digital melalui pengembangan QRIS lintas batas.

Saat ini, sistem tersebut telah menghubungkan ratusan penyedia layanan pembayaran di Tiongkok dengan puluhan penyedia layanan di Indonesia. Kehadiran QRIS lintas batas membuat transaksi antarnegara menjadi lebih praktis.

Wisatawan asal Tiongkok yang berkunjung ke Indonesia dapat melakukan pembayaran menggunakan aplikasi yang biasa mereka gunakan di negara asal. Sebaliknya, masyarakat Indonesia juga akan memperoleh kemudahan saat bertransaksi di negara yang telah terhubung dengan sistem tersebut.

Bagi pelaku UMKM, perkembangan ini menjadi peluang besar untuk menjangkau lebih banyak konsumen internasional. Kemudahan pembayaran sering kali menjadi faktor penting yang memengaruhi keputusan pembelian.

Kerja sama BI-PBOC juga memperlihatkan bagaimana teknologi keuangan semakin berperan dalam mendukung pertumbuhan ekonomi digital. Sistem pembayaran yang terintegrasi dapat mendorong aktivitas bisnis menjadi lebih cepat dan efisien.

Meski begitu, implementasi kebijakan ini tetap membutuhkan waktu. Sosialisasi kepada pelaku usaha dan masyarakat menjadi faktor penting agar manfaatnya dapat dirasakan secara maksimal.

Pada akhirnya, kerja sama BI-PBOC tidak hanya berbicara soal kebijakan bank sentral atau urusan ekonomi tingkat tinggi. Kesepakatan ini juga memiliki dampak nyata bagi dunia usaha, sektor perdagangan, hingga masyarakat yang menggunakan layanan pembayaran digital sehari-hari. Jika berjalan sesuai rencana, kerja sama ini dapat menjadi salah satu fondasi penting dalam memperkuat ekonomi Indonesia di masa depan.

Leave a Comment